Tiba saatnya wawancara! Bagaimana Tepatnya Bersikap dan Berbicara yang Memberikan Kesan Baik?

Pada saat wawancara, selain melakukan tanya-jawab seputar pekerjaan yang ditawarkan kepada kandidat, pewawancara juga memperhatikan sikap, gestur, serta cara bicara kandidat. Sikap dan cara bicara tersebut pulalah yang pada akhirnya akan menjadi penentu apakah seorang kandidat diterima atau tidak. Oleh karena itu, dengan memahami apa saja yang perlu diperhatikan dalam bersikap dan berbicara yang penting dalam wawancara, akan menjadi nilai plus tersendiri bagi Anda. Berikut penjelasannya.

 

 

 

 

 

1. Bicaralah dengan tenang tapi jelas
Jika Anda berbicara terlalu cepat, atau dengan suara yang kecil, akan memberi kesan tidak percaya diri, bahkan yang lebih buruk dapat menyebabkan pewawancara salah dengar, atau tidak dapat mendengar apa yang Anda sampaikan.

2. Buat eye-contact
Tatap mata pewawancara Anda ketika Anda bicara. Dengan bicara sambil membuat kontak mata, lawan bicara Anda akan dapat merasakan keseriusan Anda. Sebaliknya, jika mata Anda tidak fokus, atau Anda terlalu cepat mengalihkan tatapan, akan mengurangi efek persuasif Anda terhadap lawan bicara, dan menjadi sulit untuk memberi kesan yang diinginkan pada pewawancara Anda.

3. Jangan lupa tersenyum
Tersenyum adalah kunci agar komunikasi Anda berjalan lancar. Terkadang pada saat wawancara, karena tegang atau nervous, ekspresi wajah kita menjadi kaku, dan hal tersebut sangat wajar terjadi. Maka, jangan lupa untuk sesekali tersenyum. Tersenyumlah secukupnya saja dan tidak perlu terlalu sering.

4. Waspadai gestur-gestur yang tidak disadari
Hindari melakukan hal-hal seperti memainkan tangan, menyentuhkan siku ke meja, menyilangkan kaki, menyandar ke sandaran kursi, dll. Kemudian selain itu, terlalu sering membetulkan rambut juga dapat memberi kesan tidak tenang. Hal-hal kecil seperti ini secara tidak sadar rentan terjadi pada saat wawancara. Oleh karena itu, lebih berhati-hatilah agar Anda tidak melakukannya.

5. Jangan berbohong atau bicara yang mengada-ada
Pewawancara merupakan orang-orang yang sudah terbiasa melakukan wawancara. Sehingga, mereka dapat melihat ketika seseorang bicara bohong atau mengada-ada. Kalaupun tidak ketahuan pada saat wawancara, jika pewawancara Anda sudah terlanjur mendapat kesan bahwa Anda berbohong, ke depannya Anda akan sulit dipercaya kembali.

Dengan menerapkan hal-hal di atas, akan sangat meningkatkan kemungkinan Anda untuk lolos dalam wawancara. Pelajari poin mana saja yang masih menjadi kelemahan Anda, kemudian tingkatkan kemampuan Anda terhadap poin tersebut.

 

Temukan berbagai info lowongan pekerjaan berbahasa Jepang menarik khusus untuk Anda, hanya di Japanese-jobs.com

(https://id.japanese-jobs.com/id

 

Artikel Terkait